Pemerintah Kota Tasikmalaya Studi Banding UPT Balai Informasi Teknologi LIPI

  • PDFPrintE-mail

Bandung – Dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengelolaan dan pelayanan perpustakaan Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan studi banding ke Perpustakaan UPT Balai Informasi Teknologi LIPI, Selasa (21/11/2017). Sekitar 30 peserta studi banding yang merupakan gabungan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Kota Tasikmalaya tiba di UPT BIT LIP sekitar pukul 14.30. Rombongan langsung disambut oleh Kepala UPT BIT LIPI Evandri M.Eng., Sc.


Dalam sambutannya Evandri mewakili seluruh civitas UPT BIT LIPI sangat senang menerima kunjungan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Hal tersebut merupakan salah satu momentum yang baik dalam membangun kerja sama di masa mendatang. Pasalnya, selama ini UPT BIT LIPI juga telah bekerja sama dengan beberapa pemda di tanah air. “Semoga pertemuan kali ini bisa menjadi stimulan yang efektif untuk kerja sama itu,” tuturnya.

Merespon sambutan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Oslan Khaerul Falah, M.Si mengaku amat berterima kasih karena UPT BIT LIPI telah bersedia menerima kunjungan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya meskipun komunikasi yang dibangun amat cepat. Dirinya berharap studi banding kali ini menjadi motivasi bagi tim pengelolaan perpustakaan agar dapat melayani secara maksimal. Serta sebagai “Penyemangat” dalam membangun perpustakaan daerah Kota Tasikmalaya yang lebih mumpuni. “Kami ingin tampil sebagai “Harimau” Kota Tasikmalaya karena kan justru surat yang Allah turunkan itu adalah Iqro, bacalah,” jelasnya.


Dalam proses penerimaan, para peserta studi banding juga berkesempatan secara langsung untuk berdiskusi dengan Pustakawan – Pustakawan UPT BIT LIPI yang hadir dalam sesi tanya jawab. Salah satunya, Pustakawan Terbaik se – Asia Tenggara Suherman. Salah satu hal yang ia tekankan adalah bagaimana begitu mudahnya informasi bisa didapatkan dari internet. Hal itu sedikit banyak membangun “mentalitas instan” generasi sekarang. Meskipun demikian sesungguhnya bacaan digital dan buku berbentuk fisik saling melengkapi. Hanya saja pendalaman utama tetap berada di buku. “Jadi bagaimana pun saling mengisi,” ungkapnya.

Selepas diskusi, rombongan kemudian melanjutkan visitasi ke bagian perpustakaan UPT BIT LIPI yang berada di lantai dasar. Mereka menelaah dan terlibat dialog dengan para pustakawan UPT BIT LIPI yang tengah berada di sana. Sebagian peserta juga langsung mengarah ruangan Sinema 40 untuk menonton film dokumenter IPTEK karya sineas UPT BIT LIPI yakni Smart Library dan The Zoologist.

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB