Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Digital

  • PDFPrintE-mail

Bandung – Pekan lalu UPT Balai Informasi Teknologi LIPI kembali menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Digital untuk kali kedua pada tahun 2017. Pelatihan kali ini diikuti oleh 7 peserta yang berasal dari 5 instansi berbeda. Para peserta tersebut yakni, Andri Okrianto dan Denny Azhari dari PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang, Djati Ardjani dari Perpustakaan DPR RI, Mega Indraswari dan Tenny Tia Puspita dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian Kementerian Perdagangan,Odhy Adiputra dari Kementerian PUPR, serta Suharno dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.


Kepala UPT BIT LIPI Evandri dalam sambutannya berharap segala ilmu yang diperoleh selama pelaksanaan pelatihan dapat menjadi kontribusi positif dalam pengembangan perpustakaan di instansi para peserta. “Tentunya apabila ada pertanyaan dan lain sebagainya dapat didiskusikan lebih lanjut dengan para pengajar,” tuturnya. Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari ini (26 – 29/9) tersaji dalam beberapa sesi materi. Yaitu, sesi materi pengantar manajemen perpustakaan digital, sesi materi digitalisasi dokumen, sesi materi optimalisasi mesin pencari, serta sesi materi implementasi perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan.

Tutor UPT BIT LIPI Kamaludin serta Noorika Retno Widuri mengantarkan materi pengantar manajemen perpustakaan digital. Keduanya secara bergantian menjelaskan aspek – aspek penting apa saja yang membangun sebuah perpustakaan digital. Serta transformasi seperti apa yang dibutuhkan oleh sebuah perpustakaan untuk menjadi perpustakaan digital. “Link itu penting untuk membangun jaringan kita selaku puskawan,” kata Kamaludin menekankan pentingnya membangun jaringan dengan para pustakawan lain dari seluruh dunia.


Pada hari kedua dan ketiga, peserta juga mendapatkan materi yang lebih komprehensif mengenai digitalisasi dokumen dan optimalisasi mesin pencari, Tutor UPT BIT LIPI Abdurrakhman Prasetyadi dan Aria Bisri secara konsekutif menjelaskan hal tersebut. Topik yang cukup menarik para peserta adalah fenomena mesin pencari semisal google atau duckduckgo yang semakin popular dan membuat pencarian secara manual di perpustakaan menjadi sedikit nampak usang. “Sejatinya google, yahoo itu bukan pesaing tapi partner dalam tanda kutip, pustakawan justru menyerapnya untuk melengkapi perpustakaan,” ungkap Abdurrakhman.

Diskusi lebih seru tersaji pada sesi materi implementasi perangkat lunak manajemen perpustakaan SLiMS. Hal tersebut Karena para peserta praktik secara langsung membangun hingga mengatur sistem informasi utama dalam program SLiMS. Tak pelak, beberapa trial dan error pun terjadi. Dan membuat suasana pembelajaran lebih riuh. “Salah satu keunggulan SLiMS adalah multi platform, jadi bisa berjalan di komputer bapak-ibu apapun sistema operasinya,” pungkas Aria.

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB