Sharing Knowledge Pustakawan

  • PDFPrintE-mail

Bandung – Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gd. 40 Komplek LIPI Bandung, UPT Balai Informasi Teknologi LIPI menyelenggarakan Sharing Knowledge Pustakawan yang bertajuk ‘Mengokohkan Eksistensi Pustakawan’. Kegiatan yang berlangsung pada 29 Maret 2017 ini menyajikan berbagai perspektfi mengenai perkembangan pengetahuan dalam bidang perpustakaan di kalangan pustakawan. Tidak kurang dari 37 peserta yang merupakan pustakawan dari beragam instansi turut berpartisipasi dalam acara ini. Diantaranya, Perpustakaan PUSJATAN, Perpustakaan Kementerian ESDM, Perpustakaan ITB, dan lainnya.


Kepala UPT BIT LIPI Evandri, M.Eng., Sc mengatakan dalam sambutannya, betapa penting peran pustakawan dalam menjaga alur informasi yang ada pada suatu perpustakaan. Karenanya, pustawakan haruslah memiliki kemampuan yang mumpuni dalam melaksanakan tugasnya serta selalu memantau perkembangan terkini dalam ranah ilmu perpustakaan. “Harus selalu up to date yah sehingga bisa memantau mengikuti perkembangan keilmuan terkini juga,” tuturnya.

Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan kegiatan yakni membagi pengetahuan dan pengalaman antarpustakawan. Sharing Knowledge Pustakawan dimulai dengan pemaparan paper dari beberapa pustakawan. Sepuluh paper terpilih mempresentasikan beragam isu menarik yang terjadi pada perpustakaan – perpustakaan saat ini. Kesepuluh judul paper yang dipaparkan antara lain: Analisis Pelestarian Bahan Pustaka Berbasis Managemen Resiko oleh Abdurrakhman Prasetyadi dari LIPI; Standar Nasional Indonesia Bidang Perpustakaan, Dokumentasi & Informasi oleh Arifah Sismita dari LIPI; dan Butir – butir Pancasila dalam Etika Pustakawan Indonesia dari LIPI.


Selepas sesi presentasi paper para peserta terlibat diskusi menarik dalam sesi Tanya Jawab yang berlangsung 2 jam. Sesi yang dimoderatori oleh Pustakawan UPT BIT LIPI Kamaludin, S.Sos serta Suherman, S.Sos., M.Si ini berlangsung interaktif. Beragam komentar maupun pertanyaan terkait paparan paper yang disajikan para pemateri timbul bergantian. Salah satunya Resti dari Perpustakaan ITB yang baru tahu bahwa program – program mitigasi untuk kejadian luar biasa seperti bencana alam telah lama diterapkan di perpustakaan – perpustakaan di luar negeri seperti Australia. “Di Indonesia belum punya prosedur sistem proteksi aktif dan pasif padahal di Inggris sudah dibuatkan,” tutur Abdurakhman Prasetyadi salah satu penyaji.

Sharing Knowledge Pustakawan kali ini merupakan penyelenggaraan perdana sekaligus sebagai inisiasi bagi aktifnya forum – forum pustakawan khususnya di lingkungan Kota Bandung. Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus salah satu penyaji Paper Noorika Rento Widuri, S.Sos mengungkapkan harapannya agar Sharing Knowledge Pustakawan ini bisa berlangsung secara berkesinambungan. Dan menjadi ajang saling sharing informasi yang lebih baik lagi. “Semoga nanti mungkin bisa gantian berlangsung di perpustakaan ibu bapak,” pungkasnya.

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB