Lego Ergo Socio : Bagian Kedua

  • PDFPrintE-mail


Masih banyak lagi kata-kata mutiara yang diciptakan oleh para sastrawan, filusuf, dan lain-lain. Saya ingin mengutip satu lagi dari seorang negarawan terkenal Amerika, Thomas Jefferson, yang mengatakan, “Saya tak bisa hidup tanpa buku.” Hampir seluruh presiden amerika sesudah Jefferson hingga Obama sekarang ini menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pembangunan budaya membaca di negaranya. Penghargaan Amerika terhadap buku tercermin dari bagaimana negara ini membangun perpustakaan dan membuat program sosialisasi budaya membaca yang begitu spektakuler. Hartoonian, seorang politikus AS, diwawancara wartawan perihal apa yang harus dilakuka bangsa Amerika untuk mempertahankan supremasinya. Jawabannya, “
if we want to be a super power we must have individuals with much higer levels of literacy.” Individu yang peduli akan tradisi literasi merupakan benih masyarkat maju. Capaian terhadap budaya literasi akan menghantarkan sekumpulan masyarakat cerdas dan kritis dalam membangun bangsanya. 1[4]

Berikut saya juga tuliskan pendapat dari pahlawan, orang besar dan para intelektual dalam negeri tentang pentingnya membaca buku: Mohammad Hatta sang negarawan sejati yang pernah dimiliki Indonesia, mengatakan, “Buku merupakan sahabat sejati yang menemani hari-hari. Buku merupakan tempat studiku yang paling damai selama memiliki buku aku bisa hidup di manapun, tak seorang pun yang merasakan hidup nikmat di penjara.” Dalam kesempatan yang lain Hatta pun pernah berujar, “ Kalian bisa memenjarakanku, tapi selama aku bersama buku, aku tetap bebas.” [5] K.H. Agus Salim, yang gigih dengan otodidaknya, berujar, “Dunia tanpa buku ibarat malam tanpa cahaya. Semuanya menjadi serba gelap.”

“Bagi saya, buku itu dunia ide, dunia gagasan. Peradaban modern berkembang dan maju karena buku. Peradaaban berkembang karena dunia gagasan, dunia ide, yang bergerak , dan tak pernah berhenti bertanya tentang apa lagi dan apa lagi, yang bisa membikin manusia hidup enak, makmur, dan sejahetra.” [6]

“Melek huruf atau aksara tidak menjamin peningkatan kemampuan maupun minat baca. Tanpa minat baca, dari mana kita bisa memperoleh ide-ide besar, segar, dan baru? Apabedanya orang yang buta aksara dengan buta membaca?” (Toeti Adhitama, Makna Membangkitkan Minat Baca, Media Indonesia, 12 September 2008). “Lewat buku mereka bisa berkeliling dunia tanpa harus terbang ke sana. Buku juga menjadi ajang dialog yang tidak sekedar meambah wawasan, tetapi melatih kedewasaan dalam menerima perbedaan. Bahkan, buku misa membuat orang terpenjara di dalamnya karena kuatnya cerita yang disajikan.” (Iskandar Zulkarnaen, Mereka Bersahabat Dengan Buku, Kompas, 24 Mei 2012)

Milan Kundera (1929), novelis dari Republik Ceko, mengatakan, ”Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah.”4[7] Tapi ada cara lain selain yang “disarankan” Kundera yaitu anjurkan supaya masyarakat tidak membaca, atau biarkan supaya budaya baca masyarakat terus berada dalam kondisi yang rendah. Bukankah sama saja antara memiliki buku akan tetapi tidak dibaca dengan tidak memiliki buku. Dua-duanya akan mengakibatkan kebodohan bangsa yang akhirnya akan mengancurkan peradaban bangsa.[8] …Bersambung ke Bagian Terakhir

 

14. Dikutip dari Restu Ashari Putra, “Membaca Resep Ampuh Antibodoh”, Media Indonesia, 27 Desember 2009
5. Diana AV Sasa dan Muhidin M. Dahlan. Para Penggila Buku: Seratur Catatan di Balik Buku. Yogyakarta: I:BOEKOE, 2009), hal. 21
6 Mohamad Sobary. “Buku dan Watak Bangsa”, Kompas 17 September 2006
47. Diana AV Sasa dan Muhidin M. Dahlan. Para Penggila Buku: Seratur Catatan di Balik Buku. Yogyakarta: I:BOEKOE, 2009.
8. Joseph Brodsky, pengarang kelahiran Rusia yang diasingkan dan kemudian menjadi warga negara Amerika, serta pemenang Nobel Sastra 1987, mengatakan “Ada beberapa kejahatan yang lebih buruk daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membaca buku.” (Putut Widjanarko. Elegi Gutenberb. Bandung: Mizan, 2000, hal. 8

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB