Pelatihan Internal Fotografi: DARI BIT UNTUK BIT

  • PDFPrintE-mail

Bandung – UPT Balai Informasi Teknologi LIPI menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Fotografi untuk para pegawai, Rabu – Kamis (8-9/2) di Ruang Pelatihan Lt 3 Gd. 40 UPT BIT LIPI. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini bertujuan untuk memperkenalkan para pegawai UPT BIT LIPI kepada dunia fotografi digital yang makin berkembang baik dalam hal peralatan maupun keahlian memotret.

Pada hari pertama, Instruktur pelatihan fotografi Gravindha Putra Perdana, memaparkan beberapa materi mengenai sejarah singkat fotografi, anatomi kamera, hingga tren perkembangan peralatan kamera saat ini. Para peserta terlibat dialog interaktif mengenai beragam subjek dasar dalam pengenalan periperal fotografi seperti lensa, mode – mode pemotretan pada kamera, pengaturan cahaya, hingga harga yang beredar di pasaran. “Intinya dalam pengambilan foto itu ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu shutter speed, apertura, dan ISO,” tegasnya. Ketiga aspek tersebut memiliki fungsinya masing - masing. Shutter Speed adalah kecepatan bukaan rana yang dapat mempengaruhi pencahayaan yang sempurna, mengontrol blur, dan membuat efek yang menarik. Aperture ialah bukaan diafragma pada lensa kamera. Biasanya nilai aperture ini ditandai dengan “f/angka”, misalnya f/22 atau f/11. Sedangkan ISO merupakan ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhadap cahaya.

Hari kedua menjadi hari praktek. Namun sebelum “Bergerilya” mencari objek foto, para peserta mendapatkan beberapa pengarahan mengenai metode pengambilan foto yang baik supaya hasil jepretan bisa maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan. Gravindha menjelaskan ada beberapa fitur dalam kamera yang harus diperhatikan ketika hendak memotret objek. Yakni, komposisi, ketajaman fokus, hingga pilihan lensa. “Batas aman kecepatan (shutter speed, red) harus lebih tinggi dari vocal length,” jelasnya.


Selepas makan siang, para peserta pelatihan langsung menyebar. Mereka mencari objek foto yang harus dipotret untuk kemudian dipamerkan dan dikomentari pada akhir sesi pelatihan. Ada 4 tipe foto yang harus diambil. Yaitu, foto dengan kecepatan rana tinggi, kecepatan rana rendah, tingkat depth of field sempit dan tingkat depth of field luas. “Seru sih jadi semua tergantung dengan pengaturan yang kita tentukan,” ucap Fauzan salah satu peserta pelatihan.

Menjelang sore, semua foto hasil jepretan para peserta mendapatkan apresiasi dan koreksi dari Instruktur. Tingkat kecepatan rana, standar ISO, hingga mode yang diambil mendapatkan perhatian dari Gravinda. Menurutnya, apabila ingin mendapatkan foto yang “Oke” maka harus semakin berlatih dan mengenal karakteristik dari setiap lensa dan kamera. Sehingga gambar yang dihasilkan bisa benar – benar sesuai dengan yang diinginkan. Selain pelatihan fotografi, UPT BIT LIPI juga akan menyelenggarakan pelatihan internal lain yakni Pelatihan Video Shooting yang berlangsung selama 5 hari. Pelatihan tersebut akan dimulai pada Senin pekan ini (13/2).

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB