Public Relations dan Citra Positif Organisasi

  • PDFPrintE-mail

Public relations, dalam sebuah organisasi mempunyai peran strategis apabila diberdayakan secara maksimal. Salah satu peran public relations yaitu menjaga dan meningkatkan citra positif organisasi. Kenapa citra sebuah organisasi harus dijaga dan ditingkatkan ?. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu mengetahui pengertian dari citra itu sendiri. Menurut Frank Jefkins citra merupakan kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya. Sedangkan menurut Elvinaro Ardianto citra adalah perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan, organisassi atau lembaga; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari obyek, orang atau organisasi. Dari kedua pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa citra adalah kesan dalam diri seseorang yang menggambarkan tentang  obyek berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya. Bagi sebuah organisasi citra harus sengaja diciptakan oleh organisasi untuk membuat kesan pada seseorang yang membedakan dengan organisasi yang lain.


Kenapa organisasi perlu menjaga dan meningkatkan citra positif, karena citra positif organisasi mempunyai manfaat antara lain : lebih mudah menjual produk dan jasanya, mempunyai daya saing jangka menengah dan panjang yang mantap, serta menjadi perisai saat organisasi mengalami krisis. Pembentukan citra sebuah organisasi dapat dilakukan public relations melalui kegiatan-kegiatan antara lain : Corporate image dan identity, Corporate Advertising, Media Relations, Employee Relations, Community Relations dan CSR. Kegiatan-kegiatan inilah yang harus ada di setiap rencana kerja public relations sebagai bagian dari manajemen organisasi.

Posisi public relations tidak hanya ada pada organisasi swasta yang berorientasi profit, kini public relations juga sudah lazim ada pada struktur organisasi pemerintah dengan istilah humas. Humas pada dasarnya memiliki kesamaan dengan public relations. Sehingga sudah seharusnya humas juga menjalankan fungsi-fungsi dari public relations. Menurut Betrand R. Canfield terdapat tiga fungsi public relations, yaitu : Mengabdi kepada kepentingan publik, memelihara komunikasi yang baik, menitikberatkan  moral dan tingkah laku yang baik. Apabila public relations / humas telah menjalankan ketiga fungsi tersebut, maka sudah dapat dipastikan citra organisasi tersebut positif di mata publiknya.

Esensi dari kegiatan public relations / humas adalah komunikasi, dimana komunikasi yang dibangun merupakan komunikasi yang terencana baik itu keluar maupun ke dalam, yakni antara organisasi dengan publiknya dalam rangka mencapai tujuan yang spesifik atas dasar adanya saling pengertian. Proses penciptaan saling pengertian antara organisasi dengan publiknya dapat disebut dengan proses transfer public relations. Proses ini harus mampu mengubah paradigma publik dari negatif menjadi positif, antipati menjadi simpati, prasangka menjadi penerimaan, apatis menjadi minat, acuh menjadi pengertian. Keberhasilan public relations officer dapat diukur apabila semua pernyataan negatif tersebut berubah menjadi pernyataan positif di benak publiknya (citra positif).

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB