BIT Resmikan Sinema 40

  • PDFPrintE-mail

Bandung – Sebagai sebuah “Rumah Produksi” keberadaan sebuah Ruang Tayang bagi UPT Balai Informasi Teknologi LIPI tentunya menjadi salah satu prasarana mutlak dalam mempromosikan segala bentuk karya yang dihasilkan. Tidak hanya sebagai wadah diseminasi hasil – hasil riset dalam bentuk film tapi juga sebagai tempat diskusi, apresiasi dan bahkan screening film - film bertemakan IPTEK. Sekarang, Ruang Tayang tersebut telah hadir di gedung 40 UPT BIT LIPI dalam sebutan Sinema 40.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Prof. Bambang Subiyanto mengatakan dalam sambutannya, film adalah salah satu media yang cukup efektif dalam mengemas segala bentuk materi sosialisasi program LIPI kepada masyarakat. Hal tersebut karena manusia lebih mudah dalam memahami sesuatu apabila mengalaminya sendiri, melihatnya, dan baru kemudian membaca. “Ini adalah salah satu cara bagaimana teknologi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya. ()

Selain itu, dirinya juga amat mengapresiasi pendirian Sinema 40 sebagai bentuk dari optimalisasi setiap sarana yang dimiliki agar tetap bermanfaat bagi organisasi dan tentunya khalayak. Ia berharap dan menunggu rencana - rencana ke depan Sinema 40 yang tentunya membawa kebaikan bagi LIPI dan masyarakat Indonesia. “Selamat kepada BIT dan Semoga pada peresmian gedung sinema 40 ini bisa mendapat ridho dari Allah SWT,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala UPT BIT LIPI Evandri, keberadaan Sinema 40 merupakan salah satu bagian dari inovasi dalam bidang diseminasi informasi terkait hasil – hasil riset LIPI. Pada mulanya ruangan yang digunakan sekarang sebagai Sinema 40 adalah ruang eksibisi beragam invensi penelitian di LIPI, khususnya di lingkungan Kampus LIPI Bandung. Namun seiring dengan perkembangan yang terjadi maka diputuskanlah pembangunan Sinema 40 sebagai prasarana baru dalam menayangkan hasil – hasil riset LIPI bagi masyarakat. “Kami memohon juga ketika ada kunjungan dari mahasiswa maupun pelajar ke satker masing – masing. Silahkan ruangan ini dioptimalkan dengan seoptimal mungkin untuk menyajikan film film terkait,” tuturnya. Lebih lanjut dirinya mengatakan, Sinema 40 rencananya akan terus mengalami peningkatan tidak hanya dari segi fisik bangunan tapi juga kelengkapan koleksi film IPTEK yang ada. Salah satunya dengan membeli film – film IPTEK produksi luar negeri semisal National Geographic. “Sehingga bisa menjadi ruang tonton film IPTEK,” pungkasnya.

Dalam peresmian Sinema 40 yang berlangsung Jumat pagi (4/11) ini, juga dilakukan demonstrasi Poster Augmented Reality (AR) yang dikembangkan UPT BIT LIPI. Para tamu undangan yang hadir tidak hanya dari lingkungan satker LIPI Bandung tapi juga para kepala satuan kerja di lingkungan Kedeputian Jasa Ilmiah LIPI mencoba aplikasi AR yang sudah tertanam pada perangkat peraga berupa telepon seluler. Hasilnya, tampilan video 3D yang nampak secara otomatis ketika poster disorot oleh kamera perangkat.

Kedepannya, selain penayangan berkala film – film IPTEK. Sinema 40 juga diagendakan bisa menjadi salah satu tempat tujuan bagi para pengunjung di lingkungan kampus LIPI Bandung. Serta menjalin kerja sama dengan beragam komunitas film, pekerja seni, dan institusi pendidikan sebagai wahana penayangan film – film bertemakan IPTEK.

Search by Google!

Profile Video

Announcements

Zona Integritas

IPTEKDA-LIPI XV

SURVEY IKM

Food & Health

Package Information of Food & Health

IPTEKDA-LIPI XV

IPTEKDA-LIPI XV

Bangli Heritage

Bangli Heritage: Multimedia knowledge Center

News Archive

Statistics

Share Us

BIT on Youtube

BIT Facebook Page

BIT's Group on FB